Oleh: mirotabatikjogja | Desember 6, 2008

Pianis Mirota Batik Yogyakarta

Setiap rabu malam anda dapat menyaksikan pianis kami memainkan karya – karya Mozart, Bethoven, Dsb.

Secara LIVE lho…

&nbsp&nbsp
&nbsp

Oleh: mirotabatikjogja | Desember 5, 2008

Oblong Pitutur

Oblong_Pitutur_02Oblong_Pitutur

OBLONG PITUTUR ?

Adalah cendramata alternatif produk asli Mirota Batik.

Desain oblong ini banyak bermuatan falsafah budaya jawa, dan kata bijak yang di ambil dari serat karya – karya Pujangga Jawa Ronggo Warsito.

Selain itu, kaos oblong ini juga menawarkan olahan kreatif gambar – gambar tokoh super hero Jawa.

Dengan muatan yang cerdas, kaos oblong pitutur mencoba mengangkat tema – tema lokal jenius seputar citra Jogja sebagai kota seni dan budaya.

Antara Lain : " JOGJA NEVER ENDING STORY ", " JOGJA ART ", " JOGJA PRIMITIF ".

Lagi – lagi dengan harga yang relatif murah dan terjangkau lho…

Menarik bukan ? Makanya Buruan… Jangan sampai anda kehabisan…!!!

Oleh: mirotabatikjogja | Desember 3, 2008

HISTORY

Mirota Batik

Letak gerai batik dan kerajinan bernama Mirota Batik Jl. A. Yani No. 9, ujung selatan Malioboro memang strategis, disamping seolah mendekatkan dirinya dengan ikon Yogyakarta sebagai kota budaya. Betapa tidak ? Mirota Batik bertetangga dengan Pasar Beringharjo, Benteng Vrederburg, bahkan Gedung Agung. Lokasi seputar itu sendiri selama 24 jam nyaris tak pernah tidur dengan berbagai kesibukan masyarakat. Bangunan baru Mirota Batik (selepas terkena musibah kebakaran) yang berwarna putih dengan arsitektur relatif sederhana itu oleh pemiliknya, Hamzah Hendro Sutikno, memang dirancang dengan konsep wisata yang diharapkan bisa menjadi arena wisata belanja kerajinan dan batik.

Depan

Sebelum memasukinya, pengunjung akan melihat lapak – lapak pedagang kerajinan, batik, dan makanan di bagian depannya. Itulah ciri khas pertama dari gerai kerajinan yang bisa disebut terbesar di Yogyakarta ini. Bila gerai lain akan melarang pedagang lain berjualan di area mereka, maka tidak demikian dengan Mirota Batik yang justru berusaha menciptakan suasana menjadi lebih semarak. Apalagi suasana tersebut ditambah dengan atmosfer budaya jawa di dalamnya. Karenanya, pengunjung kian bertambah dan bahkan berjejal saat liburan akhir pekan, atau musim – musim liburan lainnya.

Mirota Batik yang dibuka sekitar tahun 1980, awalnya berkonsep sebagai Malioboro Baru sebagai pasar kecil dengan beberapa kios atau stand. Saat itu, pusat perbelanjaan Malioboro yang ramai masih berada di sekitar Toko Ramai di bagian utara, sehingga Malioboro Baru relatif masih sepi. Hamzah sendiri mulai memperkenalkan Mirota Batik sekedar menyewa tiga stand yang diisi dengan produk batik dan kerajinan. Usaha ini lambat laun berkembang, dan Hamzah pun memperbanyak stand yang disewanya. Begitu seterusnya, hingga akhirnya Mirota Batik semakin berkibar.

Desain

Ihwal nama Mirota Batik, dijelaskan Hamzah bahwa itu mengadopsi nama usaha toko makanan dan minuman yang dimiliki orang tuanya sekitar tahun 50-an. Namanya adalah Mirota, yang merupakan kependekan dari Minuman, Roti dan Tawar. Kala itu, berdiri di daerah Kotabaru dan khusus menjual bahan pokok dan makanan, seperti gula, kopi, mentega, roti tawar dan sebagainya. Ketika usaha yang di bangun Hamzah mulai dikenal dan cukup ramai dikunjungi, dengan garangnya tahun 2004 si jago merah melalap, hingga Mirota Batik rata dengan tanah, tak tersisa.

Namanya juga musibah, Hamzah tak sedih berkepanjangan, justru berfikir bagaimana agar peminat batik dan kerajinan langganannya tak terkecewakan. Menyusul tragedi tersebut, lelaki penyuka seni budaya tersebut terobsesi membangun tempat wisata belanja kerajinan dan batik yang lebih representatif. Selain bisa menampung lebih banyak barang kerajinan, juga menawarkan berbagai fasilitas yang nyaman bagi pengunjung. Setahun kemudian, obsesi itu terwujud, dengan luas bangunan menjadi sekitar 802.000 m2, terdiri dari empat lantai. Awalnya Hamzah bermaksud membangun dengan arsitektur menyerupai Candi Borobudur. Tapi karena ada ketentuan harus sesuai dengan kawasan di sekitar, akhirnya jadilah bentuknya seperti sekarang ini.

Uyel_Uyelan

Berkiprah di bangunan baru, kini Mirota Batik tampil dengan format lebih leluasa, terutama untuk menata barang batik maupun kerajinan dengan berbagai sentuhan tradisi di dalam ruangan. Hamzah ingin agar gerainya tak tampak mahal dan eksklusif. Ia ingin supaya pengunjungnya adalah wisatawan domestik yang lebih beragam dan tak terbatas pada kelas, usia, jenis kelamin, dan ras. Ia pun sangat suka dengan kekuatan interior yang lain, seperti keragaman pengunjung, di mana ada suasana "uyel – uyelan" (padat pengunjung).

Menurut Hamzah, konsep yang ditawarkan adalah konsep Jawa, yang juga menjual suasana. Ini terkait dengan kota Jogja yang merupakan kota tujuan wisata, sehingga dikonsep mirip Keraton Jogja atau paling tidak pengunjung merasakan nuansa yang berbeda ketika membeli kerajinan di Jakarta dan di Yogyakarta. Di Tempat ini akan terasa ciri khasnya "oh seperti di Keraton". Sentuhan aromaterapi di setiap sudut ruangan dengan bau kemenyan yang ada di sana.

new

Hamzah sangat menyukai dunia seni dan tradisi yang dekat dengan keraton dan bernuansa klasik. Karena itu, ketika di kawasan Malioboro sudah tidak ada lagi toko – toko yang memperhatikan nilai – nilai tradisi, Mirota Batik tetap menyodorkan konsep tradisi lengkap dengan suasana Jawa. Mulai dari personelnya yang berpakaian jawa dengan sanggul, kebaya dan kain batik, hingga pernak perniknya. Di tiap sudut Mirota Batik selalu terhirup bau kembang setaman dan dupa sebagai aromaterapi ruangan. Ini adalah salah satu untuk "nguri-uri kabudayan".

Dengan tampilan seperti itu, diharapkan pengunjung memperoleh kesan tersendiri. Tak hanya itu, di meja penitipan barang yang berada dekat pintu masuk terdapat Peta Jogja yang disediakan secara gratis bagi para pengunjung. Pelengkap interior yang turut memperindah ruangan adalah benda – benda koleksi Hamzah, seperti sepeda tua, kereta kencana, gamelan, dan lain sebagainya

new_2

Konsep kesenian juga diusung di dalamnya, semisal tiap hari Sabtu, pengunjung disuguhi pertunjukan musik tradisional live yang menggunakan alat musik sejenis kecapi.

Tiap Rabu malam, pianis yang memainkan musik – musik dari Bethoveen, Mozart, dan Tschaichovsky ini berpakaian jawa berupa surjan.

Di sini pengunjung juga bisa melihat cara membatik, sebagai daya tarik budaya yang ditampilkan menyatu dengan konsep wisata belanja yang nyaman. Sementara tata interiornya bisa berubah setiap saat, tergantung visual point-nya.

new_3

Kini, di lantai 3 luar Mirota Batik terdapat ruang tunggu "Oyot Godhong" selagi anda menunggu kerabat atau keluarga anda yang sedang berbelanja, di sini anda dapat menikmati aneka makanan ataupun minuman yang telah kami sediakan. Dan juga di sini kami menyediakan fasilitas Free HOTSPOT area yang kami buka mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB. Lalu jika pengunjung ingin mengabadikan momen saat berbelanja, juga tersedia Digital Image Foto "Ratri Image" yang siap melayani permintaan pengunjung, dengan tarif yang lagi – lagi terjangkau.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.